BERANDA Internasional 2000 Warga India Ditangkap, Serang Perempuan Mau Masuk Kuil

2000 Warga India Ditangkap, Serang Perempuan Mau Masuk Kuil

INDIA | Polisi India menangkap 2.200 orang terkait berbagai aksi yang menentang masuknya perempuan ke sebuah kuil Hindu terkenal di Negara Bagian Kerala, di wilayah selatan negeri itu.

Pemicunya adalah peristiwa pekan lalu, saat ratusan orang bentrok dengan sejumlah perempuan yang berusaha memasuki kuil Sabarimala setelah Mahkamah Agung mengeluarkan keputusan bersejarah yang membuka kuil itu juga bagi perempuan.

Berbagai unjuk rasa juga berlangsung di berbagai tempat di negara bagian itu, sebagian besar berujung kekerasan.

Kuil Sabarimala sebelumnya terlarang bagi perempuan ‘usia datang bulan’.

Seorang perwira polisi mengatakanm para pengunjuk rasa, baik laki-laki dan perempuan, ditangkap dengan tuduhan melakukan kerusuhan dan berkumpul secara tidak sah.

“Kami menangkap orang-orang yang mencegah perempuan memasuki kuil dan juga orang-orang yang melakukan kekerasan untuk memprotes perintah pengadilan. Kami berharap ini akan menjadi efek jera ketika kuil pemujaan itu dibuka kembali November nanti,” sebut petugas itu.

Setiap tahunnya, kuil itu hanya dibuka untuk periode tertentu yang singkat.

Protes besar-besaran menyebabkan perempuan yang berusaha masuk ke kuil itu pekan lalu hanya sedikit dan yang mencoba melakukannya dihalau pulang.

Para pengunjuk rasa meyakini, keputusan pengadilan bertentangan dengan keinginan Dewa Ayappa sendiri, yang dianggap sebagai pelindung kuil itu.

Menurut para pengunjuk rasa, larangan perempuan memasuki Sabarimala bukan melulu menyangkut menstruasi, namun juga sesuai dengan keinginan dewa penguasa kuil yang diyakini menetapkan aturan yang jelas tentang tata cara ziarah untuk mencari berkahnya.

Menurut mitologi kuil, Ayyappa merupakan dewa lajang yang mengambil sumpah selibat, karenanya memberlakukan larangan masuk bagi perempuan ke kuilnya.

Hinduisme menganggap perempuan yang sedang haid sebagai najis dan melarang mereka ikut dalam ritual keagamaan.

Kebanyakan kuil Hindu mengizinkan perempuan untuk masuk selama tidak sedang menstruasi.

Tapi kuil Sabarimala merupakan salah satu dari sedikit yang memberlakukan larangan menyeluruh bagi masuknya perempuan.

Namun, bulan lalu, Mahkamah Agung menggugurkan larangan itu dengan, “Hak untuk menjalankan agama terbuka bagi laki-laki dan perempuan”.

Pekan lalu kuil itu membuka pintunya bagi perempuan untuk mematuhi keputusan pengadilan.
Namun, tidak seorang pun perempuan yang bisa masuk karena dihadang para pengunjuk rasa. Hanya dua perempuan yang berhasil mencapai balairung utama kuil.

Lebih dari 100 polisi melindungi para perempuan itu dari para pengunjuk rasa yang melempari mereka dengan batu saat mereka berjalan kaki sejauh 5 kilometer menuju kuil.

Hanya saja, mereka harus kembali karena dihadang kalangan Hindu konservatif hanya beberapa meter dari tempat ziarah suci Sabarimala.(rts)

Loading...