BERANDA Nasional Aceh Selatan Dikepung Banjir, Kude Trumo Terisolir

Aceh Selatan Dikepung Banjir, Kude Trumo Terisolir

ACEH | Curah hujan tinggi melanda Kabupaten Aceh Selatan sejak dua hari terakhir. Akibatnya, tiga kecamatan dikepung banjir mencapai 3 meter. Ribuan warga terpaksa pun terpaksa mengungsi, sementara jalan lintas nasional tak bisa dilintasi.

Salah satu kawasan, yakni Kude Trumon, Kecamatan Trumon, hingga berita indi dilansir ke redaksi masih terisolir, karena semua jalan menuju ke daerah tersebut dikepung banjir dan tak bisa dilintasi. Kendaraan roda dua dan empat bila hendak melintasi harus diangkut menggunakan mobil trado (truk pengangkut alat berat).

Pemerintah setempat telah menyediakan trado untuk kendaraan yang hendak melewati beberapa titik banjir banjir di tiga kecamatan itu. Kendaraan berbadan rendah, seperti mobil pribadi dan mini bus, dinaikkan ke mobil trado agar bisa melintasi wilayah yang tergenang banjir.

Disebutkan warga, sejak Senin malam (17/12) kemarin Gampong Keude Trumon sudah mulai terisolir. Bila hendak keluar ke luar Keude Trumon harus menggunakan perahu atau mobil trado yang tinggi.

“Kami sampai saat ini masih terisolir, gak bisa keluar dari Keude Trumon,” sebut warga, Zakaria, Selasa (18/12/2018).

Walau begitu, untuk kebutuhan logistik rumah tangga sampai saat ini masih tersedia di toko-toko kelontong.

Sesuai data dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), ada tiga kecamatan dikepung banjir di Aceh Selatan. Yaitu Kecamatan Trumon Timur, Trumon Tengah dan Kecamatan Trumon. Banjirnya ketiga kecamatan ini akibat meluapnya sungai Gelombang Kecamatan, Sultan Daulat, Pemerintah Kota Subulussalam.

Ini mengakibatkan turut menggenangi badan jalan nasional. Jalur transportasi dari Meulaboh-Medan lumpuh. Meskipun demikian, pihak BPBA dan instansi terkait lainnya telah mengantisipasi menyediakan perahu karet dan mobil trado.

“Kita sudah menyediakan trado (truk pengangkut alat berat) agar pengguna jalan Meulaboh-Medan dan sebaliknya bisa lewat,” sebut Kepala BPBA, Ahmad Dadek.

Kata Ahmad Dadek, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah berkunjung ke lokasi banjir hari ini, Selasa (18/12). Bersama Plt Gubernur, pihak pemerintah turut membawa sejumlah bantuan kedaruratan untuk disalurkan kepada pengungsi banjir di Aceh Selatan.

“Kita membantu bantuan sandang dan pangan. Bantuannya diperkirakan sekitar 20 ton,” kata Dadek.

Jumlah kerusakan yang dirilis BPBA akibat banjir di tiga kecamatan, Kabupaten Aceh Selatan yaitu, Kecamatan Trumon Timur Gampong Seuneubok Pusaka 25 unit rumah, 27 Kepala Keluarga (KK) 104 jiwa dan Gampong Titi Poben 10 unit rumah hanya 11 KK korban banjir.

Kecamatan Trumon Tengah di Gampong Lhok Raya 100 unit rumah, 112 KK 419 jiwa dan Gampong Cot Bayu 150 unit rumah 173 KK 688 jiwa. Sedangkan untuk Kecamatan Trumon hanya Gampong Padang Harapan berimbas 11 KK dan 56 jiwa.

Total yang terdampak sementara saat ini 285 unit rumah di dua kecamatan tersebut dan 228 KK dengan jumlah 1267 jiwa. Pengungsi saat ini menyebar di sejumlah titik. Seperti di Kompi Datasemen B Brimob Trumon Tengah, Kantor Camat lama Trumon dan Gampong Jamboe Papen.

“Tidak korban jiwa banjir saat ini. Tim BPBD, Satgas SAR, TNI, Polri terus memantau dan melakukan evakuasi kalau ada yang masih terjebak di rumah-rumah,” pungkasnya.(Ria)

Loading...