BERANDA Headline Bah! Bandar Judi di Sumut Setor Langsung ke Kapolda dan Gubernur

Bah! Bandar Judi di Sumut Setor Langsung ke Kapolda dan Gubernur

MEDAN | Jenderal Tito Karnavian diharap memerintahkan jajarannya dari Mabes Polri guna menggerebek dan meringkus para pemain serta bandar judi berbagai jenis permainan di lokasi eks HGU PTPN-2 di Pasar VII, Desa Manunggal, Kecamatan Medan Labuhan, Kabupaten Deliserdang, Sumut. Judi itu dibekingi dan dikawal sejumlah personil kepolisian dan aparat berseragam tentara.

“Tak cuma pada Kapolri. Kita berharap khususnya juga pada Panglima TNI. Bertahun sudah lokasi judi samkwan, KIM, togerl dan rolex bahkan pelacuran di desa Manunggal Marelan, Labuhan Deli itu beroperasi. Diduga dibekingi dan dikawal para oknum petinggi Polda Sumut dan Kodam I/BB,” jelas Muhammad Nazir Nasution, pemuka agama Kecamatan Labuhan Deli, Minggu (28/10/2018) di salah satu masjid tak jauh dari lokasi judi beromzet ratusan juta bahkan mencapai miliaran rupiah per hari tersebut.

Disesalkan Muhammad Nazir, bandar judi yang dikawal aparat kepolisian dan TNI jajaran Poldasu dan Kodam I/BB tersebut bahkan sekali sebulan disebut langsung menemui Kapolda dan Pangdam I/BB guna menyampaikan setoran.

“Kalau setara Kapolrestabes Medan, Kapolres Belawan dan Kasat Reskrim Umum Polda Sumut maupun jajaran bawahan Pangdam I/BB, itu yang nyampaikan setoran adalah humas bos judi tersebut bernama Jhonny,” timpal Iskandar, tokoh pemuda Kecamatan Marelan yang ikut melakukan pembersihan masjid di Desa Manunggal.

Disebutkan, setiap harinya mulau pukul 16.00 WIB hingga menjelang subuh, lokasi judi dikawal para preman berseragam Pemuda Pancasila dikomando Kodrat Shah dan para oknum polisi maupun tentara itu beropersi lancar. Sejumlah mobil mewah para penjudi parkir di lokasi judi dengan dijaga para oknum preman berseragam loreng Pemuda Pancasila dan tentara bersenjata lengkap. Sementara para oknum polisi jajaran Poldasu yang mengawal, umumnya berpakaian preman.

Para penjudi yang didominasi warga Tionghoa, memasang taruhan masing-masing secara terang-terangan. Tumpukan uang pecahan 50 ribu dan 100 ribu terlihat jelas di atas meja judi.

“siapa yang berani melarang? Unjuk rasa atau protes saja, warga langsung dipukuli polisi dan tentara di sana. mengadu ke Polrestabes Medan atau ke Poldasu, ya pasti percuma. Yang mukuli kan polisi bersama tentara yang ngantar setoran ke Kapolda Sumut dan Pangdam I/BB dan Gubernur Eddy Rahmayadi,” sebut Iskandar.

Selain pada petugas kepolisian dan TNI, setoran judi juga lancar pada para pimpinan redaksi segenap media massa baik cetak, online maupun televisi lokal di Sumut. Untuk pimpinan redaksi media online, per bulannya disebut rata-rata Rp 5 juta/ pemimpin redaksi. Sementara media cetak Rp 7,5 juta/ pemimpin redaksi. Sedangkan kepala biro media elektronik, Rp 15 juta/ kepal biro.

“Untuk pemimpin redaksi itu beda, dengan wartawan maupun koordinator liputan. Wartawan unit kriminal di jajaran Poldasu dan Polrestabes Medan maupun Polres Pelabuhan Belawan, Rp 1 juta per dua minggu,” pungkas Iskandar.(Zeg)

Loading...