BERANDA Politik Biar Dukung Jokowi, Proses Hukum Hary Tanoe Tetap Lanjut!

Biar Dukung Jokowi, Proses Hukum Hary Tanoe Tetap Lanjut!

JAKARTA | Menko Polhukam Wiranto memastikan proses hukum kasus SMS diduga bernada ancaman dengan tersangka Hary Tanoesoedibjo, tetap berlanjut. Proses hukum tidak dipengaruhi langkah politik Ketum Perindo tersebut mendukung Joko Widodo (Jokowi) untuk Pilpres 2019.

“Tidak,” tegas Menko Polhukam Wiranto saat ditemui wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (2/8/2017).

Penegasan ini disampaikan Wiranto, menjawab pertanyaan wartawan soal berpengaruh-tidaknya status hukum Hary Tanoe setelah memberikan dukungan politik pada Jokowi.

Diwartakan, saat ini Hary Tanoe tengah menjalani proses hukum terkait dengan kasus dugaan SMS ancaman terhadap pejabat Kejaksaan Agung. Bahkan status Hary Tanoe juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dan tinggal menunggu pemberkasan guna dilimpahkan ke Pengadilan.

Terkait dengan dukungan Perindo terhadap pemerintah dan Jokowi, Wiranto mengatakan hal tersebut merupakan hal yang biasa. Dia menilai dukungan itu juga bergantung pada penilaian partai kepada pemerintah.

“Sebenarnya kalau dukung-mendukung itu biasa ya. Perubahan kebijakan partai itu juga hal yang sangat biasa. Partai dukung dan tidak itu kan tergantung pada penilaian partai kepada pemerintah. Kalau tadinya kemudian sebagai partai oposisi, tentunya punya penilaian adanya kebijakan yang tidak sesuai dengan keinginan partai boleh,” sebut Wiranto.

Jika kemudian Perindo yang selama ini dikenal kritis terhadap pemerintah malah ‘balik gagang’ menyatakan dukungan, hal itu patut diapresiasi.

“Kalau kemudian sekarang berubah dukung, bagus. Bagi pemerintah ya kita alhamdulillah bahwa kinerja pemerintah dapat diterima oleh partai partai politik,” papar Wiranto.

Kata Wiranto, kinerja pemerintah pada akhirnya sangat bersentuhan dengan perwakilan partai politik di DPR. Karena itu, jika banyak parpol yang mendukung, itu menunjukkan kegiatan yang dilaksanakan pemerintah sesuai dengan apa yang diinginkan parpol.

“Berarti kinerja kita memang sesuai dengan apa yang diinginkan partai politik. Harusnya memang sama karena apa, karena pemerintah itu melakukan sesuatu berdasarkan serapan-serapan pemikiran masyarakat harapan masyarakat dan keinginan masyarakat kan begitu,” ucapnya.

Hary Tanoe menjadi tersangka kasus dugaan SMS ancaman kepada jaksa Yulianto. Dia dijerat dengan Pasal 29 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sebagaimana pasal yang disertakan dalam laporan jaksa Yulianto ke Mabes Polri.(Ril)

Loading...