BERANDA Headline Didalangi Anif Shah, 4 Legislator Sumut Segera Dibawa KPK ke Pengadilan

Didalangi Anif Shah, 4 Legislator Sumut Segera Dibawa KPK ke Pengadilan

Anif Shah, mafia tanah eks HGU PTPN-2 penyuap gatot Pujo Nugroho saat menjabat Gubsu

JAKARTA | Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menyelesaikan empat berkas perkara mantan anggota DPRD Sumatera Utara, terkait kasus suap persetujuan perubahan APBD Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2013 dan 2014. Keempat legislator penerima suap didalangi Ajib Shah selaku mantan Ketua DPRD Sumut bersama abangnya, Anaif Shah dan ponakan, Musa Rajekc Shah (wagub Sumut hasil Pilkada 2018) itu segera diadili.

Hal di atas dikatakan Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Senin (5/11/2018).Katanya, keempat tersangka juga telah dilakukan pelimpahan tahap II. Selanjutnya, mereka segera menjalani sidang di Pengadilan Tipikor di Jakarta.

“Tahap 2, hari ini penyidikan terhadap 4 tersangka Sumut telah selesai dan dilakukan pelimpahan berkas, barang bukti dan 4 tersangka TPK Suap kepada DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019, ke penuntutan tahap 2,” sebut Febri.

Atas dilimpahkannya berkas perkara itu, Jaksa Penuntut KPK memiliki waktu 14 hari untuk menyusun dakwaan dari empat tersangka tersebut. Adapun keempat tersangka yang akan dihadapkan ke meja hijau adalah Mustofawiyah, Arifin Nainggolan, Sopar Siburian, dan Analisman Zalukhu.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan 38 anggota DPRD Sumut sebagai tersangka jilid III. Ini pengembangan dari kasus mantan Gubernur Sumut Gatot Pudjo melalui proses pengumpulan informasi, data, dan mencermati fakta persidangan dalam perkara tersebut.

“Jumlah saksi sekitar 175 orang telah diperiksa untuk para tersangka dalam perkara ini. Keempat tersangka juga sekurangnya 2 sampai 3 kali telah diperiksa dalam kapasits sebagai tersangka pada kurun Juli – Oktober 2018,” tambah Febri.

Dikatakan Febri, sampai hari ini total penyidikan terhadap 12 orang mantan anggota DPRD Sumut untuk tersangka jilid III sudah selesai dan dilanjutkan proses penuntutan. Karenanya, keempatnya segera duduk di kursi pesakitan pengadilan.

Ditambahkan Febri, salah satu tersangka atas nama Sopar Siburian telah mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) pada penyidik. Pengajuan tersebut sedang dalam proses pertimbangan.

“Pada dasarkanya KPK menghargai pengajuan JC tersebut, karena yang bersangkutan selama proses hukum ini cukup koperatif dan telah mengembalikan uang yang diduga pernah ia terima,” imbuh Febri.

Dalam perkara ini, kasus penetapan tersangka terhadap anggota DPRD merupakan tahap ke III. Pada tahap I di tahun 2015, KPK telah menetapkan 5 pimpinan DPRD Sumut sebagai tersangka.

Mereka adalah, Saleh Bangun Ketua DPRD periode 2009 2014, Kamaludin Harahap Wakil Ketua DPRD periode 2009 2014, Chaudir Ritonga Wakil Ketua DPRD periode 2009 2014, Sigit Pramono Asri Wakil Ketua DPRD periode 2009 2014 dan Ajib Shah Wakil Ketua DPRD periode 2009 2014.

Sementara pada tahap ke II di tahun 2016, KPK menetapkan 7 Ketua Fraksi DPRD Sumut sebagai tersangka, yaitu Muhammad Afan, Budiman Pardamean Nadapdap, Guntur Manurung, Zulkifli Effendi Siregar, Bustami HS, Zuklfli Husein, Parluhutan Siregar.

Dalam hal ini, Gatot memberikan fee kepada sejumlah anggota DPRD dengan maksud untuk mempengaruhi beberapa kewenengan dan fungsi dari DPRD Sumut. Antara lain, persetujuan Iaporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2012 sampai dengan 2014 oleh DPRD Provinsi Sumatera Utara.

Selain itu juga persetujuan perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2013 dan 2014 oleh DPRD Provinsi Sumatera Utara, pengesahan angggaran pendapatan dan belanja daerah Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2014 dan 2015 oleh DPRD Provinsi Sumatera Utara dan penolakan penggunaan hak interpelasi oleh DPRD Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2015.

Sementara keteribatan Anif Shaha dan anaknya, Musa Rajeck Shah mafia tanah eks HGU PTPN-2, yakni membantu duit suap ke pada anggota dewan sebesar Rp 10 miliar dengan konfensasi perluasan lahan realestate PT Cemara Asri Group pimpinan Mujianto alias Anam (tersangka penipu tak juga berkas dan tersangkanya dilaimpahkan Kejatisu ke Pengadilan hingga saat ini).(Hus)

Loading...