BERANDA Ekonomi Dollar AS Melemah, Harga Emas Melonjak

Dollar AS Melemah, Harga Emas Melonjak

Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS di Valuta Inti Prima (VIP), Jakarta, Jumat (29/9). Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan sore di akhir pekan terpantau menguat tipis sebanyak 43 poin atau setara 0,32 persen ke posisi Rp13.472 per USD. "Day range" nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.300 per USD hingga Rp13.400 per USD. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/kye/17

JAKARTA | Harga emas melonjak lebih dari 1% sejak perdagangan Kamis 20 Desember 2018. Harga emas naik lantaran pelemahan dolar dan saham mendorong masuknya penawaran aset safe-haven. Bursa saham AS dan dolar anjlok setelah sikap kebijakan moneter Federal Reserve AS menambah kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Dilansir Reuters, Jumat (21/12/2018), harga emas di pasar spot naik 1,6% menjadi USD1.262,84 per ons setelah mencapai USD1.265,28 pada awal sesi, puncaknya sejak 9 Juli.

Kekhawatiran tentang pertumbuhan global merembes ke pasar saham menyusul prospek kenaikan suku bunga Fed, karena kekhawatiran resesi meningkat.

Kekhawatiran penutupan pemerintah federal memberikan kontribusi terhadap kegelisahan pasar, sementara Kongres AS mencoba untuk mencegah situasi seperti itu dengan memperkenalkan rancangan pendanaan sementara pemerintah sementara Presiden Donald Trump mengatakan dia “terus mempertimbangkan pilihannya” tentang apakah akan menandatanganinya.

Diantara logam mulia lainnya, palladium turun 0,8% menjadi USD1,250.50 per ounce, setelah mencapai rekor tertinggi USD1,283.49 pada sesi sebelumnya. Didorong oleh kekhawatiran tentang defisit yang berkelanjutan, logam autocatalyst telah melampaui emas secara singkat.

Perak naik 1,2% menjadi USD14,77 per ounce, setelah sebelumnya mencapai tertinggi sejak 2 November di USD14,84 per ounce, sementara platinum naik 1% menjadi USD794.(**)

Loading...