BERANDA Korupsi Fasilitsi Pertemuan Dirut PLN, Eni Dijanjikan Novanto USD 1,5 Juta

Fasilitsi Pertemuan Dirut PLN, Eni Dijanjikan Novanto USD 1,5 Juta

JAKARTA | Selain disuruh mengawal proyek PLTU Riau-1, ternyata mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih juga dijanjikan beaks Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, commitment fee sebesar USD 1,5 juta dan juga saham.

Disebutkan Eni dalam kesaksiannya di peridangan, Kamis (11/2018), awalnya dia dipanggil Novanto ke ruangannya di DPR. Saat itu Eni menyebut Novanto sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar yang kemudian naik menjadi Ketua DPR.

“Pak Novanto memberikan semangat atau apalah, tapi sampaikan, ‘Nanti kamu dapat 1,5 juta dolar dan saham’. Saya tidak berpikir apapun tapi bunyi seperti itu,” terang Eni saat sidang dengan terdakwa Johanes Budisutrisno Kotjo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat.

Kata Eni, dirinya dikenalkan Novanto pada Kotjo yang merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd. Novanto memintanya mengawal proyek itu agar Kotjo ikut ambil bagian menggarap proyek PLN tersebut.

“Waktu itu berpikir proyek ini proyek Pak Novanto dan Pak Kotjo. Jadi (USD 1,5 juta) dari Pak Novanto dan Pak Kotjo,” tambah Eni.

Eni juga mengakui dirinya memfasilitasi pertemuan Direktur Utama PLN, Sofyan Basir dengan pengusaha Johannes Soetrisno Kotjo. Fasilitas itu diberikan setelah mendapat perintah dari Setya Novanto, sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar.

Eni menjelaskan awal mula memfasilitasi pertemuan itu. Dia mengatakan dipanggil Novanto untuk mengawal proyek PLN yang akan dikerjakan perusahaan Kotjo. Sebagai anak buah, Eni menyanggupinya. Salah satu upayanya adalah mempertemukan Sofyan Basir dengan Kotjo.

“Bukan rahasia umum PLN itu sangat sulit ketemu dengan direksinya, investor-investor sekelas Kotjo yang kaya raya masih susah,” kata Eni

Kemudian, kata Eni, saat rapat Komisi VII dengan PLN, dia langsung menemui Sofyan dan menyampaikan keinginan Novanto agar dilakukan pertemuan dengan Kotjo. Saat itu, ujar Eni, Sofyan mengatakan sudah pernah bertemu dengan mantan Ketua Umum Partai Golkar itu dan membahas proyek di PLTU.

“Waktu saya anggota Komisi VII saya juga enggak bisa ujug-ujug tanpa konsultasi pimpinan saya, Pak Nov. Saya enggak mungkin proyek sebesar ini langsung saya minta ke Pak Dirut. Saya sambungkan itu, (perkenalkan diri) Saya Eni, anggota fraksi Golkar diminta Ketua Umjm saya untuk sampaikan beberapa hal terkait dengan PLTU kepada bapak,” kata Eni menirukan pernyataannya kepada Sofyan.

Dalam perkara ini, Kotjo didakwa menyuap Eni dan Idrus Marham sebesar Rp 4,7 miliar. Duit itu dimaksudkan agar perusahaan Kotjo, Blackgold Natural Resources Ltd, ikut ambil bagian menggarap proyek PLTU Riau-1.(Hus)

Loading...