BERANDA Headline Ini Para Bandar & Setoran Mafia Narkoba Capital Building Medan

Ini Para Bandar & Setoran Mafia Narkoba Capital Building Medan

Asiang (kiri) diduga bos narkoba pemilik 'kerajaan narkoba' capital building group di Medan

JAKARTA | Kelihatannya Kapolri Jenderal Tito Karnavian tak bergeming dengan harapan masyarakat di tanah air khususnya Sumatera Utara, agar peredaran narkoba serta para mafia atau bandarnya segera ditumpas seperti dilakukan Presiden Filipina. Di Sumut khususnya, mafia narkoba telah lama bergabung dengan para mafia realestate dan mafia tanah dikomandi para Taipei (pengusaha Tinghoa).

Paling ngetop saat ini dan berkibar sejak era Kapoltabes Medan dikomando Badrodin Haiti dan Kasat Reskrim Maruli Siahaan, yakni Kerajaan narkoba Capital Building Group dan Podomoro City Deli atas ‘restu’ Walikota Medan, Dzulmi Eldin.

Berikut penggalan informasi dari pembaca www.medanseru.info , yang terus masuk ke redaksi lewat surat elektronik.

Pepatah mengatakan bahwa Harta dan Kekuasaan tak akan bertahan lebih dari 3 Generasi.

Masih ingatkah sosok tokoh pemuda Ketua Besar penguasa ‘gedung putih’? di masa lalu. Ia sangat ditakuti oleh masyarakat maupun kepolisian, bahkan Jenderal Polisi Sutanto, yang saat itu belum menjabat sebagai Kapolri, pernah bertugas di Medan kemudian tercampak ke Pulau Nias karena menyinggung almarhum tokoh masyarakat yang mengelola perjudian itu.

Di masa sekarang, tentu saja gelar tersebut sudah menjadi milik RUSLI ALI alias ASIANG CAPITAL, sang Mafia Judi & Narkoba.

Lalu siapa yang akan menjadi Godfather Medan di masa depan, apakah Rico Rusli (putra Asiang) atau Romy?

Banyak karyawan dan tamu-tamu kita yang sependapat, ROMY adalah Godfather masa depan. Sementara RICO RUSLI, “Si Gendut” alias “Topui”, demikian para karyawan menyebutnya, terkesan lamban dan sontoloyo, manalah mungkin sanggup mengimbangi keperkasaan ROMY.

Pernah muncul pertanyaan iseng di kalangan karyawan, apabila Asiang si Mafia Judi meninggal dunia, kalian mau ikut Topui atau ikut Romy?

“Romy dongggg…….”, spontan diucapkan para karyawan.

Bagaimana tidak, dalam usia yang masih muda (awal 40an), Romy sudah memiliki aset-aset ‘tampak di-mata’ bernilai puluhan milyar, punya pendukung dan anggota yang setia, perlahan ia mulai membangun kerajaan sendiri.

Dalam hal bisnis narkoba, Romy selalu berkata kepada kita, bahwa usaha narkoba ini adalah milik Boss Besar Asiang, ia (Romy) hanya digaji untuk mengurusnya. Namun kita semua tahu bahwa aset/kekayaan Romy bertambah pesat dari tahun ke tahun.

Tidak ada yang tahu berapa persen pembagian Keuntungan bisnis Narkoba antara Boss Asiang dengan Romy, namun satu hal yang pasti:

ROMY BERANI PASANG BADAN mengurus Bisnis Narkoba sementara Boss Asiang sang Mafia Judi hanya perlu duduk goyang telor.

Karaoke Classical yang sudah nyaris bangkrut dulunya, sekarang meledak luar biasa dengan omzet sekitar 200juta perhari dan khusus hari libur atau akhir pekan (Jumat-Sabtu) mencapai 400-500 juta perhari. Bahkan Boss Asiang membangun lagi kamar (KTV) baru untuk menampung tamu yang membludak.

Sementara Omzet Narkoba rata-rata mencapai Rp. 200.000.000,- perhari:
1. Sabu-Sabu = Rp. 500.000,- /paket
2. ‘K’ (sejenis Kokain) = Rp. 600.000,- /paket
3. Pil Ekstasi = Rp. 300.000,- /butir
4. Happy Five = Rp. 150.000,- /butir

Adalah kehebatan Romy yang sanggup menghidupkan kembali usaha karaoke yang sepintas mata sudah tidak ada harapan lagi.

Harus saya akui, jika ini terus berlanjut tanpa ada keberanian dari POLRI, maka Romy adalah calon Godfather masa depan di kota Medan tercinta ini, karena ia kebal hukum dan tak terbendung.

Menjabat sebagai General Manager (GM) Capital Group, Romy bukan tanpa perjuangan, beliau terkenal sangat piawai dalam mengambil hati karyawan, bermodal pintar bicara, muda, dan ganteng, serta aura kepemimpinan yang luar biasa, tentu saja ia punya banyak fans wanita.

Saya kebetulan punya kenalan beberapa ex-karyawan di HOTEL ELEGANT (saat ini sudah tutup usaha) tempat dulu Romy bekerja sebelum pindah ke Capital Group.

Menurut info, Romy sangat dekat dengan terapis-terapis wanita muda yang bekerja sebagai tukang pijat di SPA ELEGANT. Bahkan beberapa terapis cantik mengaku pernah bobok siang dengan Romy, bahkan ada yang pernah diajak ke Bali. Modusnya Romy berangkat terlebih dahulu bersama istri dan anak-anaknya, kemudian si terapis cantik menyusul, mereka cek-in di sebuah hotel disaat sang istri sedang berada di lokasi lain. Terapis cantik tersebut mengaku punya foto-foto syur mereka namun sayangnya ia tidak mau memperlihatkan.

SETORAN UANG KEAMANAN:

DIREKTUR NARKOBA POLDA SUMUT, KOMBES HENDRI MARPAUNG, dipastikan menerima uang keamanan dari GEDUNG CAPITAL sebesar 200juta perbulan, ditambah lagi uang tiket pesawat ke Jakarta setiap minggunya, sudah bukan rahasia lagi Kombes Hendri Marpaung setiap minggunya pulang ke Jakarta dengan penerbangan kelas Bisnis (Business Class).

Setoran juga ditujukan kepada Kapolda/Wakapolda Sumut, Wadir Narkoba Polda, Wakasat Narkoba Polresta Medan, Kapoltabes Medan, Dandim, DanIntel, beserta seluruh jajarannya dengan dana berkisar 5juta sampai dengan 100juta per-personil sesuai dengan pangkat & pengaruhnya.

Tempat-tempat hiburan lainnya tentu saja juga wajib menyetor namun karena setoran dari Gedung Capital lebih besar, maka mereka bolak-balik digerebek sementara tempat kita aman lancar jaya tanpa pernah diganggu selama 8 tahun terakhir.

REPI, SANG PENYIMPAN NARKOBA

Repi (HP 0813 7002 2828), wanita cantik yang sehari-harinya bertugas sebagai Chief Resepsionis di Karaoke Classical, dipastikan sebagai penyimpan (gudang) narkoba yakni Pil Ekstasi, Happy Five, Sabu & ‘K’ (sejenis Kokain). Ia juga bertugas mengawasi dan melaporkan kepada Romy setiap tamu yang masuk.

Khusus untuk KTV di Lantai 7, ia wajib mendapatkan persetujuan dari Romy karena hanya tamu-tamu khusus yang boleh berpesta di Lantai 7.

aviz (HP 0812 6448 6XXX) & Joko Hendrawan (HP 0811 6541 XXX), merupakan duo kepercayaan Romy yang sangat setia, mereka sehari-harinya bertugas sebagai Captain di Karaoke Classical sambil mengawasi dan terkadang ikut mengantar narkoba ke dalam ruangan KTV apabila sudah kenal baik tamunya.

Mereka berdua diketahui juga mengalami peningkatan kekayaan secara tidak wajar, masing-masing mengendarai mobil Toyota Fortuner dan Honda CRV.

HAKIM, SANG ASISTEN KEPERCAYAAN

Hakim, bertugas sebagai Asisten GM, ia adalah sosok yang paling dipercaya oleh Romy, kemanapun Romy berkarir, ia selalu ikut.
ia jarang muncul ke permukaan, karena semua rahasia Romy ada ditangannya.
Dalam bisnis narkoba, Hakim bertugas mengurus pembukuan: mencatat pembelian, penjualan, stok narkoba, serta keuangan dan anggaran untuk setoran ke polisi.

MELVY (ISTRI JOKO), SANG KURIR NARKOBA

Wanita cantik ini sudah malang melintang di dunia maksiat, dengan senyum manis dibalik kerudung islami yang sering dikenakan sehari-hari, ia ternyata punya uang haram milyaran rupiah. Dalam bisnis narkoba, ia juga bertugas sebagai pembeli dan kurir narkoba atas instruksi Romy.
Ia juga sering liburan ke luar negeri, dan punya hobi belanja barang-barang mewah.

Demikian KERAJAAN NARKOBA DI GEDUNG CAPITAL MEDAN (Bagian 2) ini saya persembahkan sebagai kado Natal dan Tahun Baru.
Apabila ada kesempatan akan disambung lagi bagian ke 3.(pembaca mednseru/redaksi)

Loading...