BERANDA Nasional Ini Sederet Senjata yang Tengah Dikembangkan TNI

Ini Sederet Senjata yang Tengah Dikembangkan TNI

JAKARTA | Tentara Nasional Indonesia (TNI) sedang mengembangkan beberapa senjata canggih. Dengan kerjasama dengan perusahaan dan universitas, senjata-senjata itu nantinya akan menambah alutsista TNI lebih modern.

Saat ini senjata-senjata itu tengah dikembangkan agar nantinya bisa dipakai oleh anggota TNI. Seperti apa senjata-senjata itu, berikut jenis senjata TNI yang sedang dikembangkan:

Senjata Mesin Multi Laras

Saat ini TNI mengembangkan senjata SMML kaliber 7,62 mm. Kasi Rencana Kegiatan Bagian Materiil Umum Dislitbangad Mayor Inf Darmaji pernah menjelaskan SMML ini punya jangkauan sampai 1500 meter dengan jarak efektif mencapai 600 meter.

Selain itu, SMML kaliber 7,62 mm juga dilengkapi dengan 3000 amunisi yang bisa diletakkan di heli tempur dan kendaraan tempur. Senjata ini hasil pengembangan dan kerja sama Dinas penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Dislitbangad) dan PT Pindad.

2. Laser Gun

Sejak 2014, TNI sudah mengembangkan senjata laser gun. Senjata ini dikembangkan kerjasama antara TNI dengan Universitas Surya.

Namun senjata ini hanya digunakan untuk latihan menembak. Nantinya senjata ini akan menghemat peluru. Cara kerjanya peluru senapan diganti dengan berkas sinar laser. Tembakan laser yang akan dibuat akan persis dengan tembakan peluru.

3. Superdrone

TNI juga tengah mengembangkan senapan canggih jenis drone atau pesawat tanpa awak. Nantinya superdrone akan memantau wilayah yang ditargetkan.

Seperti di negara-negara lain, drone seperti pesawat tanpa awak ini juga dibekali dengan senjata canggih. Seperti bisa melakukan pengeboman yan dikontrol dari jarak jauh.

4. Kembangkan Senjata Seperti CornerShot

Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Komando Pembinaan, Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI AD (Kodiklatad) juga tengah mengembangkan senjata modern. Dan pastinya canggih. Senjata itu seperti CornerShot Electric.

Saat ini, CornerShot Electric sudah masuk dalam tahap prototipe. Senjata itu bisa dioperasikan lewat monitor. Senjata sudah dikembangkan sejak 2014 yang diadopsi dari Israel.(Puspen-TNI)

Loading...