BERANDA Headline Kerajaan Narkoba Capital Building Medan Libatkan Nama Tommy Winata

Kerajaan Narkoba Capital Building Medan Libatkan Nama Tommy Winata

Rommy dan istri, terduga 'tangan kanan' Asiang dalam jaringan narkoba internasional

JAKARTA | Kapolri Jenderal Tito Karnavian diminta bertindak tegas jangan sampai terus ‘diacak-acak’ serta dipolitisir para oknum jenderal di jajarannya yang diduga terlibat penerimaan setoran dari para bandar maupun jaringan narkoba internasional. Tito juga diharap ‘menyapu bersih’ para oknum jenderal korup yang diduga bertahun-tahun membangun jaringan beking membekingi para bandar sabu maupun para cukong penyuap kepala daerah koruptor.

“Dalam sejarah Polri, baru di pemerintahan Jokowi ini ada dua jenderal bintang empat aktif. Para petinggi polri terlibat politik. Kita berharap Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersikap tegas. Bersihkan para oknum jenderal korup dan diduga terlibat jaringan narkoba di jajarannya,” harap praktisi hukum nasional, Hasiholan Siregar, Senin (17/12/2018) lewat selular.

Selaku orang nomor satu di tubuh Polri, lanjut Hasiholan, seharusnya Tito Karnavian diyakini memeiliki ‘mata dan telinga’ guna mengetahui siapa saja oknum jenderal di jajarannya yang terlibat penerimaan atau membekingi jaringan narkoba internasiol. Juga para oknum jenderal beking para cukong (pengusaha Tionghoa) penyuap para kepala daerah dalam berbagai perzizinan dan perdagangan ilegal.

“Harusnya Kapolri merasa miris soal banyaknya laporan masyarakat atas keresahan maraknya beredaran narkoba di tanah air. Para bandar atau jaringannya diduga adalah para cukong,” tambahnya.

Terpisah, beredar isu kalau salah satu jaringan narkoba internasional dikomando Asiang bermarkas di gedung Capital Building di Medan, Sumut, membawa-bawa nama pengusaha nasional Tommy Winata. Menanggapi hal ini, Hasiholan menegaskan,” kenapa rupanya kalau Tommy Winata? Memangnya dia siapa?”

Hasiholan berharap Kapolri tak perlu ‘takut miskin’ bila mengambil tindakan tegas pada oknum jenderal di jajarannya yang diduga membekingi bandar dan jaringan narkoba internasional. Bahkan walau jaringan narkoba itu melibatkan oknum di lingkungan Istana Negara.

“Memang ada juga isu kalau jaringan narkoba serta terduga penyuap para kepala daerah melibatkan kalangan istana. Tapi itu sulit dibuktikan kalau tak diawali dengan pemeriksaan dan penaangkapan para cukong yang dicurigai. Setidaknya periksa dan lakukan terori terbalik dalam Udang Undang Pencucian Uang. Periksa dan Tangkap Asiang Cs,” pungkasnya.

Sebelumnya, sejumlah data dan informasi disampaikan warga melalui surat elektronik ke redaksi. Isi surat elektronik itu, diantaranya yakni:

*Yth.Direktorat Narkoba POLRI (DitNarkoba POLRI)Badan Narkotika Nasional
(BNN)Rekan-rekan Jurnalis.*

Dengan Hormat,

Mohon digerebek tempat hiburan malam yakni *Karaoke Classical* yang
berlokasi di *GEDUNG CAPITAL Jalan Putri Hijau MEDAN*.

Selama 8 tahun terakhir tidak pernah dirazia karena Boss pemilik Gedung
bernama *Rusli Ali* alias *ASIANG (suku Cina)* terkenal sangat kuat, beliau
punya pesawat jet pribadi (Private Jet) dan levelnya sudah sering
berpergian dengan Walikota Medan dan Gubernur Sumatera Utara, dan sekarang
sedang bekerjasama dengan Agung Podomoro dalam hal pembangunan Podomoro
City di Medan.

Karaoke Classical yang berlokasi di Gedung Capital Medan, selama ini lancar
jaya dalam hal peredaran narkoba, Boss Narkoba nya bernama *Romy (suku Cina
Nias)* menjabat sebagai GM (General Manager) Gedung Capital Medan.
Dalam hal ini, urusan Narkoba diserahkan sepenuhnya kepada Romy jadi Asiang
selaku pemilik Gedung lepas dari masalah apapun jika seandainya Romy
ditangkap, tak akan ada jalur ke Asiang.

Romy, saat ini memiliki aset berupa:

1. Rumah Villa di kawasan Polonia Medan (senilai 8 Milyar).
2. Rumah Villa di Komplex Sari Mas senilai (3.8 Milyar).
3. Tanah & Bangunan utk Usaha Restoran (RM. Sehati) di Jalan Amir Hamzah
(senilai 7 Milyar)
4. Condominium Mewah di Singapore senilai 10 Milyar.
5. Mobil Toyota Lexus
6. Mobil Toyota Fortuner
7. Mobil Toyota Alphard
8. Mobil Honda Jazz
Semua Plat Mobil nya menggunakan nomor 828.

Dalam hal peredaran Narkoba, Romy tidak tersentuh Hukum, diperbantukan oleh
asisten2 kepercayaannya yang bernama: Haviz dan Joko Hendrawan.
Adapun jenis narkoba yang dijual untuk tamu2 karaoke antara lain: Pil
Ekstasi, Sabu, Happy Five, dan “K” (sejenis Kokain).

Saya adalah mantan anggota Romy selama bertahun2 di Gedung Capital dan
sekarang sudah tidak aktif lagi bekerja disana, mengundurkan diri karena
tidak tahan dengan kekejaman dan kekotoran permainan mereka.

Hanya dalam tempo setahun, Haviz yang menjabat sebagai Captain di Karaoke
Classical, sudah punya mobil Toyota Fortuner, sementara Joko Hendrawan,
juga gak sampai setahun sudah berhasil membeli Honda CR-V.

Istri dari Captain Joko, bernama Melvy, bekerja di Karaoke Jet Plane di
kota Medan, pernah digerebek dan diperiksa, mempunyai Deposito senilai 3
Milyar.
Tidak lama setelah diperiksa, Petugas Polisi yang memeriksa Melvy,
dipindahtugaskan ke daerah lain.
Sungguh luar biasa kekuatan dari Romy dan Asiang Capital.

Keamanan di Gedung Capital luar biasa ketat seperti sebuah Kerajaan.

Pihak POLDA Sumut dan Polresta Medan tak berani untuk menggerebek ataupun
sekedar melakukan razia rutin, sudah bukan rahasia kekuatan Capital Group
sudah mencapai beberapa Jenderal Bintang 3 di Jakarta.
Akibatnya, tempat-tempat hiburan lainnya di Kota Medan, bolak-balik
digerebek dan dirazia Polisi, namun Gedung Capital (Karaoke Classical)
TIDAK PERNAH 1x PUN di gerebek/razia selama 8 tahun terakhir.

Maruli Siahaan, yang sebentar lagi pensiun, juga terkenal dekat dengan Romy
dan Boss Capital ASIANG.

Romy dan sang Kaisar, Asiang Capital, juga terkenal dekat dengan Ketua
ORMAS Pemuda Pancasila & MPI (Keluarga Haji Anief Shah, Rahmad Shah,
Marheban Shah, dll) dan orang2 kuat lainnya.

Inilah Foto2 dari Romy GM Capital, Captain Haviz, dan Captain Joko
Hendrawan, saya lampirkan di attachment.

*NB:1. Semoga informasi ini berguna dan semoga pihak BNN Pusat dan POLRI
Pusat tidak tebang pilih dalam hal menumpas peredaran narkoba.2. Kalau
POLDA Sumut & Polresta Medan sudah gak bisa diharap lagi.* (Redaksi)

Loading...