BERANDA Headline Ketua LKMD, Oknum Polisi dan Tentara Hancurkan Mangrove Deliserdang

Ketua LKMD, Oknum Polisi dan Tentara Hancurkan Mangrove Deliserdang

DELISERDANG | Ratusan hektar hutan mangrove di Kecamatan Labuhan Deli hancur diporak-poranda oknum aparat kepolisian Polres Pelabuhan Belawan bekerja sama dengan pihak Polhut Dinas Kehutanan- Lingkungan Hidup Sumatera Utara (Sumut). Perusakan hutan untuk tambak udang dan ikan serta perkebunan sawit milik Along, penduduk Pekan Hamparan Perak, Deliserdang itu dimotori oleh Ketua LKMD Desa Karang Gading, Deliserdang, Agus Sanjaya dikawal oknum tentara bernama Wawan.

“Sudah hampir lima tahun ini hutan mangrove dan kawasan hutan swaka dirambah dan dibeko untuk tambak Along serta calon Kades Karang Gading, Suroso. Tak ada tindakan pihak Disshut dan Poldasu. Pelakunya dibekingi oknum pejabat Polres Pelabuhan Belawan dan Poldasu serta Kodam I/BB. Yang punya alat berat pensiunan pegawai pertamina Pangkalan Susu, Pak Zul dan istrinya,” bu Novita,” terang Mahmuddin, mantan aparat desa di Labuhan Deli, Kamis (1/11/2018).

Disebutkan, awal masuknya sejumlah alat berat guna merusak hutan mangrove guna dijual sebagai bahan baku arang ekspor dan lahan yang dirusak sebagai kawasan tambak ikan dan udang tersebut ke hutan swaka dan mangrove Karang Gading maupun Desa Paluh Kurau, Hamparan Perak, adalah atas andil Agus Sanjaya yang diangkat Kades Karang Gading, AL Munir, sebagai Ketua LKMD. Agus Sanjaya yang juga ketua salah satu Ormas di desa itu, lalu menyewa alat berat dari Zulkifli melalui istrinya, Novita.

Alat berat yang dikendalikan Agus Sanjaya dikawal oknum marini dari Pangkalan Susu akrab disapa Pak Wawan, langsung beroperasi lancar. Pihak Dishut Sumut dan Poldasu yang mengetahui perusakan hutan negara itu, bukan bertindak. Namun meminta ‘jatah’. Oknum Dishut Sumut bermarga Saragih, malah meminta dibukakan tambak di kawasan hutan margasatwa itu oleh Agus Sanjaya.

“Pak Saragih pejabat Dishub Sumut juga dibikinkan tambak oleh Agus Sajaya di Karang Gading. Pak Camat Labuhan Deli, Syafii Sihombing juga. Alat berat digratiskan sebagai upahnya. Kalau polisi dan tentara, cuma minta duit saja per bulan. Entah Kasat Serse Polres Belawan bersama Kapolsek Labuhan yang datang kemarin ke rumah Agus Sajaya, kami tak pasti. Tapi jelanya memang polisi bersama orang Tipiter Poldasu,” timpal Suhaimi, salah satu ketua kelompok nelayan di Labuhan Deli.

Agus Sanjaya yang dicoba dikonfirmasi terkait aksi perusakan hutan mangrove yang dilakukannya dibekingi oknum tentara dan Poldasu, belum bersedia ditemui wartawan. Alasannya melalui staf desa Karang gading, Agus sedang mengerjakan proyek ‘miliknya’ bersumber dari anggaran dana desa (ADD) tahun 2018.

“Tiap tahun anggaran proyek ADD, Agus Sanjaya dapat jatah penanganan proyek jalan. Tahun lalu sepanjang 3 kilometer pengaspalan di Pekan Kemis di desa ini. Semua lah sama si Agus, orang bagi-baginya sama polisi dan jaksa serta tentara bagus,” pungkas Suhaimi.(Ris)

Loading...