BERANDA Headline KPK Dalami Suap Gatot ke Kader Demokrat Sumut dan Anif Shah

KPK Dalami Suap Gatot ke Kader Demokrat Sumut dan Anif Shah

Meilizar Latif (kiri) pakai hijab

JAKARTA | Setelah penyidik KPK memanggil lima mantan anggota DPRD Sumatera Utara untuk tersangka Yusuf Siregarterkait kasus dugaan suap eks Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho untuk sejumlah anggota DPRD Sumut, pada Senin (7/5/2018) kemarin, giliran KPK mendalami besaran dugaan suap yang diterima sejumlah kader Partai Demokrat lainnya sebagaimana Meilizar Latif, sekretaris Partai Demokrat Sumut saat ini.

Meilizar Latif yang juga diketahui terlibat suap pemilihan Ketua Demokrat Sumut di Medan yang sempat memenagkan JR Saragih, disebut menerima suap dari Gatot Pujo Nugroho guna pembatalan hak interplasi dan pengesahan APBD Sumut mencapai Rp1,5 miliar. Namun diakuinya hanya Rp300 juta dan telah dikembalikan ke KPK.

“Selain ML (Meilizar Latief) juga akan kita periksa mantan Sekda Sumut, NL (Nurdin Lubis). Diduga ada sejumlah dana suap mengalih pada menantunya (Te Dicky anggota DPRD Sumut politisi Demokrat,” sebut sumber di gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (11/5/2018).

Nurdin Lubis dan menantunya, Dicky yang benyak ‘membelokan’ duit untuk suap para anggota DPRD Sumut ke perusahaan pribadi, juga diketahui terlibat pengalokasian dana suap Bansos Sumut pada sejumlah oknum Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi SUmut. Selain itu, aliran dana suap Bansos untuk pengamanan dan pemenangan perkara gugatan kewenangan Kejatisu dalam penyelidikan kasus Bansos Sumut di PTUN Medan (tiga hakim akhirnya dicokok KPK lewat OTT).

“Baik suap anggota DPRD Sumut, maupun suap Bansos Sumut pada sejumlah anggota dewan, LSM, media massa maupun oknum jaksa, NL dan menantunya itu cukup punya andil. Duit seolah juga diberikan semua pada para oknum jaks dan dewan, tapi ternyata dialirtkan ke perusahaan pribadi Dicky dan keluarga NL lainnya,” pungkas sumber.

Terkait hal ini, termasuk aliran duit mencapai Rp1,5 miliar pada politisi Demokrat juga Sekretaris Partai Demokrat Sumut, Meilizar Latief, Senin kemarin KPK juga telah mengambil keterangan tersangka Yusuf Siregar. Selain itu, memeriksa lima anggota dewan Sumu periode 2009-2014, Murni Elieser Verawanty Munthe, Yan Syahrin, Dermawan Sembiring, Tahan Panggabean, dan Tunggul Siagian.

“Mereka dipanggil sebagai saksi terkait tersangka MYS (M Yusuf Siregar),” sebut Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.

Selain diperiksa sebagai tersangka, M Yusuf Siregar dipanggil sebagai saksi untuk tersangka eks anggota DPRD Sumut Enda Mora Lubis. Selain itu, mantan Ketua DPRD Sumut Ajib Shah dipanggil sebagai saksi untuk tersangka eks anggota DPRD Sumut Ferry Suando Tanuray dan menerangkan keterlibatan abangnya, ANif Shah dan keponakannya Musa Rajeck Shah selaku bandar dari suap semua anggota DPRD Sumut oleh Gatot Pujo Nugroho, guna perluasan lahan ‘rampokan’ eks HGU PTPN-2 Sumut.

“Ajib Shah memang menyangkal keterlibatan abangnya, Anif Shah dan ponakannya Musa Rajeck Shah. Tapi maling kan tak ada yang ngaku.Kita sudah cukup bukti untuk itu. Setelah gelar perkara dalam waktu dekat, akan ada peningkatan penyelidikan ke penyidikan lagi,” pungkas sumber.(Hus)