BERANDA Kriminal Lewat Video Call, Mahasiswa S2 Telanjangi 6 Wanita

Lewat Video Call, Mahasiswa S2 Telanjangi 6 Wanita

SURABAYA | Rayuan gombal M Yusuf Arifin (23), mahasiswa pasca-sarjana di salah satu universita negeri terkemuka di Surabaya benar-benar ampuh! Waslau tak bertemu fisik dengan gadis-gadis yang diincarnya, dia mampu memacari sekaligus ‘menelanjangi’ mereka.

Tersangka cuma butuh waktu tiga bulan untuk membuai gadis-gadis yang diincarnya melalui chat media sosial (medsos).

“Dari mulai perkenalan, saya hanya butuh waktu tiga bulan untuk bisa memacari mereka,” ungkap tersangka kepada penyidik di Mapolda Jawa Timur, Kamis (6/12).

Walau pacaran, Yusuf tidak pernah bertemu secara fisik, namun dia bisa merayu pacar online-nya itu berkomunikasi via video call dan meminta mereka untuk telanjang.

Anehnya, korban mau saja diperintah tersangka untuk bugil via video call. “Itu dilakukan tersangka sejak 2013 hingga 2018. Setidaknya dari pemeriksaan kami, sudah ada enam korban, semuanya pernah dipacari tersangka,” sahut Wadir Reskrimsus Polda Jawa Timur, AKBP Arman Asmara.

Lalu setelah putus, tersangka mengumpulkan bahan untuk melakukan ancaman. Dengan bekal video pertama, tersangka mengancam mantan pacarnya itu untuk kembali melakukan porno aksi, dengan pose berbeda-beda.

Kalau menolak, foto dan video yang sudah direkam tersangka akan disebar ke teman-teman kampusnya serta medsos dan akan diupload ke situs dewasa buatan tersangka.

“Jadi misalnya begini, hari ini korban diminta (bugil) berdiri, besok diminta duduk. Tersangka mengaku puas jika menonton mantan pacar-pacarnya itu telanjang,” katanya.

Disebutkan, sesuai hasil patroli dunia maya yang dilakukan tim Subdirektorat Cyber Crime Polda Jawa selama pekan terakhir, menemukan situs yang menampilkan konten-konten porno dengan nama akun anonim.

Setelah dilakukan penelusuran, ternyata situs dewasa tersebut adalah milik tersangka Yusuf, seorang mahasiswa S2 di salah satu Universitas Negeri di Surabaya.

Selanjutnya polisi melakukan penangkapan dan menyita barang bukti berupa satu unit laptop, tiga handphone berbagai merek, serta satu hardisk eksternal ukuran 1 terabytes (Tb).

Kepada penyidik, tersangka mengaku, apa yang dilakukannya hanya untuk memuaskan hasrat seksualnya. Bukan atas dasar mencari keuntungan materi.

“Saya tidak pernah memeras. Juga tidak mencari keuntungan melalui situs yang saya buat,” kata tersangka.(Ror)

Loading...