BERANDA Headline Pengadilan Tipikor Medan Tolak Eksepsi ‘Tumbal’ Direksi PDAM Tirtanadi

Pengadilan Tipikor Medan Tolak Eksepsi ‘Tumbal’ Direksi PDAM Tirtanadi

Para direksi PDAM Tirtanadi Medan, Sutedjo Cs

MEDAN | Flora Simbolon selaku Staf Keuangan Promits LJPU tak bisa berbuat apa-apa, lantaran Majelis Hakim Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Medan menolak eksepsi ‘tumbal’ para koruptor PDAM Tirtanadi Medan, Sutedjo Cs lantaran diduitkan pihak Kejati Sumut tersebut. Flora mengajukan eksepsi atas kasus perkara korupsi paket pekerjaan berupa Engginering Procurement Contruction (EPC) pembangunan IPA Martubung.

Proyek yang dikerjakan rekanan, David (warga Tionghoa) dan istri keduanya, Sonya di jajaran PDAM Tirtanadi Medan, Sumatra Utara itu, senilai Rp 58.773.104.000 yang bersumber dari penyertaan modal APBD Sumut Tahun Anggaran (TA) 2012.

Dalam kasus ‘ditumbalkannya’ staf bawahan ini oleh jajaran Direksi PDAM Tirtanadi Medan bekerja sama dengan Kejatisu saat dipimpin Bambang Sugeng Rukmono atas ‘atensi’ Jaksa Agung HM Prasetyo tersebut, Flora tidak sendiri. Tapi juga turut ditumbalkannya Ir M Suhairi MM selaku PPK PDAM Tirtanadi Medan.

Dalam putusan sela yang dibacakan majelis hakim di Ruang Cakra IX Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, kemarin siang itu, menyebutkan dan memutuskankan bahwa berkas dakwaan Flora Simbolon telah memasuki materi pokok perkara, hal yang sama juga kepada Ir M Suhairi MM dalam persidangan terpisah.

“Menolak seluruh keberatan atas dakwaan (eksepsi) yang diajukan terdakwa melalui penasehat hukumnya,” kata majelis hakim Syafril Batubara sembari memerintahkan jaksa maupun penasehat hukum kedua terdakwa untuk menghadirkan saksi-saksi dalam proses persidangan selanjutnya pada pekan depan.

“Untuk sidang selanjutnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Penasehat Hukum (PH) terdakwa untuk menghadirkan saksi-saksi dalam persidangan ,” perintah hakim Syafril seraya mengetuk palu untuk menunda sidang hingga pekan depan.

Seusai persidangan Kasi Pidsus Kejari Belawan, Nurdiono bahwa pihaknya siap menghadirkan para saksi yang terkait dalam proyek tersebut. “Ada 62 saksi yang siap dihadirkan termasuk jajaran Direksi maupun Mantan Direksi PDAM Tirtanadi Sumatra Utara,”ungkapnya.

Begitu juga menanggapi adanya protes dan pelaporan ke Mabes Polri dari pihak penasehat hukum Flora Simbolon, ia menjawab belum mengetahui bentuk laporan yang dimaksud maupun bentuk laporan yang disampaikan. Saat ini, kami fokus untuk membuktikan adanya perbuatan yang merugikan negara sebesar Rp 18 Milyar lebih dari pagu sebesar Rp 58 miliar lebih Tahun Anggaran (TA) 2014.

Sebelumnya dalam dakwaan JPU Kejari Belawan yang dipimpin Yarmasari, perbuatan terdakwa Flora Simbolon telah menyalahi kontrak pengerjaan proyek. Perbuatan terdakwa Flora Simbolon telah mengakibatkan kerugian negara, khususnya PDAM Tirtanadi Sumut sebesar Rp 18,1 miliar dari pagu sebesar Rp 58,7 miliar Tahun Anggaran (TA) 2014.

JPU menilai perbuatan wanita berusia 43 tahun tersebut melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sebelumnya, Flora Simbolon sempat mengajukan gugatan praperadilan ini dilakukan atas penetapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi paket pekerjaan berupa EPC Pembangunan IPA Martubung, PDAM Tirtanadi Sumut senilai Rp 58.773.104.000 yang bersumber dari penyertaan modal APBD Sumut Tahun Anggaran (TA) 2012.

Dalam gugatan itu, Flora Simbolon berpendapat Kejari Belawan telah keliru atau salah orang dalam menetapkan tersangka korupsi dalam proyek tersebut. Flora hanyalah seorang staff keuangan yang bertugas dan bertanggung jawab membantu manager proyek untuk mengelola administrasi keuangan.

Sedangkan dalam dokumen kontrak Nomor 01/SPJN/P3A/I/2014, penandatanganan surat perjanjian kontrak adalah PDAM Tirtanadi yang diwakili M Suhairi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan KSO Pro Promits LJU diwakili Made Sunada. Meski prapid dikabulkan sebagian oleh majelis hakim tunggal, Irwan Effendi, persidangan pokok perkara tetap dilanjutkan karena berkas perkara sudah dilimpahkan JPU terlebih dahulu ke pengadilan.(Zeg)

Loading...