BERANDA Korupsi RS Swasta jadi ‘Hotel’ Napi Koruptor, Ketua PDIP Medan: Bisa Merusak

RS Swasta jadi ‘Hotel’ Napi Koruptor, Ketua PDIP Medan: Bisa Merusak

Ketua PDIP Medan, Hasyim SE

MEDAN | Legislator Kota Medan, Hasyim SE meminta penegak hukum menyikapi dugaan ruang VIP sejumlah rumah sakit swasta di Kota Medan kini beralih fungsi sebagai ‘hotel’ para koruptor. Upaya pencarian kenyamanan para pencuri duit negara itu dengan dalih sakit dari Lapas Tanjung Gusta, buntut terbongkarnya fasilitas mewah dan suap izin ‘jalan-jalan’ para napi koruptor di Lapas Sukamiskin, Bandung, beberapa waktu lalu.

“Kalau memang benar informasi tersebut (napi korupsi pindah kamar dari Lapas ke ruang VIP RS swasta, kita minta ditindaklanjuti). Pemerintah sudah begitu tegas soal fasilitas mewah napi korup, kenapa masih saja diduga terjadi?” sebut Hasyim SE di Medan, saat diminta tanggapannya, Kamis (11/2018).

Karenanya, wakil rakyat yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Medan tersebut berharap agar pemerintah pusat khususnya Menteri Hukum dan HAM, secepatnya bertindak dan memerintahkan anggota di jajaran Kementerian turun langsung ke sejumlah RS Swasta dimaksud. Dan memeriksa dokter Lapas Tanjung Gusta yang diduga mengeluarkan surat rujukan sakit para oknum koruptor itu.

“Petugas dari Kemenkum HAM kita harap secepatnya melakukan ceking dan memeriksa pihak-pihak terkait. Ini bisa merusak citra pemerintahan Jokowi yang selama ini begitu tegas dan baik,” pungkasnya.

Sebelumnya, diwartakan kalau terbongkarnya fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin bagi para narapidana korupsi, ternyata tak menghentikan kejahatan suap menyuap pada para penegak hukum untuk kenyamanan para maling dunit negara di tanah air.

Setidaknya, saat ini terjadi fenomena ‘kenyamanan’ baru para koruptor di Sumatera Utara. Diperkirakan, setidaknya 60 persen dari jumlah para koruptor penghuni Lapas Tanjung Gusta, Medan kini menjadi penghuni sejumlah rumah sakit swasta ternama di kota Medan.

“Kita perkirakan setidaknya ada 60 persen dari jumlah koruptor penghuni Lapas Tanjung Gusta Medan kini berada di sejumlah rumah sakit swasta yang tersebar di Kota Medan. Napi korupsi kasus lahan Jalan Jawa Medan, yakni mantan Walikota Medan, Rahudman Harahap, penguhi tetap RS Bunda Thamrin di kawasan Medan Baru,” ungkap Mulkan, praktisi hukum nasional yang juga Sekjen Pergerakan Rakyat Sumut, Rabu (10/10/2018).

Ditambahkan Mulkan yang bersama sejumlah pengurus Pergerakan Rakyat Suatera melakukan investigasi kejahatan pencurian duit negara di Sumatera Utara selama sebulan terakhir ini, khusus Rahudman Harahap diketahui sudah hampir tiga bulan terakhir ini bolak-balik menjadi pasien pihak medis RS Bunda Thamrin Medan. Rahudman yang dirujuk pihak dikter Lapas Kelas I Tanjung Gusta, disebut sakit dan butuh rawat inap.

“Sakitnya tak jelas. Cuma dikatakan butuh rawat inap. Artinya, RS Bunda Tahmrin dan sejumlah rumah sakit swasta di Medan saat ini berubah fungsi jadi hotel para koruptor dengan dalih sakit. Tanpa penjagaan dan pengawasan penegak hukum,” tegas Mulkan.

Selain Rahudman Harahap, napi kasus korupsi Bansos Sumut, Eddy Sofyan selaku mantan pejabat Pemprovsu, juga disebut lama menjadikan RS Bunda Thamrin sebagai hotel. Koruptor kasus korupsi Bansos Sumut saat Gubsu dijabat Gatot Pujo Nugroho itu, rawat inap berminggu-minggu di salah satu ruang Vip di lantai V.

“sama dengan Rahudman Harahap nginap di ruang VIP di Lantai lima,” pungkas Mulkan.

Pihak RS Bunda Thamrin yang dicoba dikonfirmasi soal ‘kerja samanya’ dengan pihak Lapas Tanjung Gusta dan Kejaksaan selaku eksekutor para napi, enngan memberi komentar saat dikonfirmasi. Pihak rumah sakit yang selalu mendapat komplain pasien BPJS disebabkan ditelantarkan dan dikasi obat jenis yang sama dengan penyakit yang berbeda (sakit kepala dan sakit perut obatnya sama dengan korban kecelakaan patah tulang) itu menyarankan wartawan konfirmasi ke Kalapas Tanjung Gusta.

“Kami mana tahu pasien apakar koruptor atau bukan? Dirujuk ke mari ya kami tangani,” kata Rika, salah seorang perawat, menyebut kalau Dirut RS Bunda Thamrin tak mungkin bisa ditemui wartawan disebabkan jarang masuk kerja.

“Cari Dirut ya susah dan tak mungkin. Jarang ada di rumah sakit ini. Tugas ke luar kota atau ke luar negeri lah,” imbuhnya.

Terpisah, Menkum HAM, Yasonna Laoly yang dikonfirmasi lewat selular, menegaskan akan melakukan pengecekan langsung atas informasi ini.

“Oh.., begitu (napi koruptor jadi penghuni sejumlah RS di Medan. Segera kita ceking dan perintahkan anggota,” kata Yasonna.

Sedangkan Kalapas Kelas I Medan Tanjung Gusta, Tejo Harwanto hingga berita ini dilansir ke redaksi, belum memberi jawaban. Sama halnya dengan Kepala Kanwil Kemenkumham Sumut, Priyadi, yang tak menjawab konfirmasi lewat selular.

Sekadar indormasi, diantara rumah sakit swasta yang kini menjadi ‘hotel’ bagi para napi koruptor dengan dalih sakit atas dugaan suap surat rujukan dari dokter Lapas Tanjung Gusta suap pada para oknum aparat penegak hukum jajaran Menkum HAM maupun Kejaksaan itu, yakni RS Methodist Medan, RS Mitra Sejati di kawasan Titi Kuning Medan, RS Columbia Jalan Listrik Medan dan lainnya.(Deno/Riswan)

Loading...