BERANDA Korupsi Satu ‘Lolos’, 4 Masih DPO, Poldasu Tangkap Wakil Ketua DPRD Tapteng

Satu ‘Lolos’, 4 Masih DPO, Poldasu Tangkap Wakil Ketua DPRD Tapteng

tersangka Awaluddin Rao

MEDAN | Tim Poldasu meringkusp 1 dari 2 anggota DPRD Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumut, yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait kasus penyelewengan perjalanan dinas.

Tersangka yang ditangkap adalah Awaluddin Rao. Dia merupakan Wakil Ketua DPRD Tapteng.

Awaluddin ditangkap di tempat persembunyiannya di Kota Padang, Sumatera Barat. Penangkapan ini dibenarkan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut, Kombes Pol Rony Samtana.

“Benar, ada kita amankan satu tersangka anggota DPRD Tapteng oleh penyidik Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut pada Rabu (5/12) malam,” sebut Rony, Kamis (6/12) pada wartawan di Mapoldasu.

Atas tertangkapnya Awaluddin, penyidik masih memburu seorang anggota DPRD Tapteng lain, yakni Sintong Gultom. Sebelumnya, mantan Ketua DPRD Tapteng ini juga telah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) bersama Awaluddin, setelah keduanya berulang kali mangkir dan tidak ditemukan saat akan dibawa untuk pemeriksaan.

Selain Awaluddin, tiga tersangka lain yang juga anggota DPRD Tapteng, telah ditahan, setelah mereka dibawa paksa penyidik untuk diperiksa. Ketiganya yakni: Julianus Simanungkalit, Jonias Silaban, dan Hariono Nainggolan.

Beredar informasi, ada tersangka lain dalam kasus ini, namun Ronny tidak mau mengomentari kabar itu.

“Kita fokus yang lima tersangka ini dulu,” dalihnya.

Kelima anggota DPRD Tapteng ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan belanja perjalanan dinas luar daerah anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun Anggran 2016 dan 2017 sebagaimana dimaksud dalam Laporan Polisi Nomor:LP/766/VI/2018/SPKT III tgl 08 Juni 2018. Mereka disangka telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 655.924.350. Selain ada perjalanan fiktif, para tersangka diduga telah menggelembungkan biaya perjalanan dinas ke luar daerah pada 2016 dan 2017.

Kelimanya ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik memeriksa 49 saksi.

Para saksi terdiri dari PNS hingga manajemen hotel di Medan, Samosir, Tarutung, Jakarta, Bandung, dan Manado. Sejumlah barang bukti, berupa surat perintah perjalanan dinas, tanda terima uang, tagihan hotel dan buku registrasi, pun telah diamankan.

Sementara sebelumnya, Awaludin Rao mengaku kecewa terhadap sikap penyidik Poldasu atas penetapannya sebagai tersangk. Kata Rao, penyidikan mereka juga janggal. Menurutnya saat diperiksa sebagai saksi, mereka ada 6 (enam) anggota DPRD. Tapi pihak Penyidik menetapkan lima sebagai tersangka.

“ Kami saat diperiksa sebagai saksi ada enam orang anggota DPRD Tapteng termasuk saya. Nah saya baca di media on line dari enam orang ini, kok hanya kami berlima yang dijadikan tersangka. Jelas..jelas bang, saya curiga, sebab setahu saya rekan saya yang tidak dijadikan tersangka, pemakaiannya lebih besar dari yang dituduhkan kepada saya,” kata Rao.

Saat dipertanyakan nama anggota DPRD Tapteng tersebut, Rao menyebutkan sebuah nama.

“ Pak STL, bang. Setahu saya pemakaian fiktifnya sebesar 86 Juta. Kok lolos? Ini kan aneh,” jelas Rao, menmyebut inisial yang diduga ‘diduitkan’ penyidik.(Zeg)

Loading...