BERANDA Internasional Tembus Rp220 Miliar, Ratu Elizabeth II Bantu Korban Gempa Sulteng

Tembus Rp220 Miliar, Ratu Elizabeth II Bantu Korban Gempa Sulteng

LONDON | Ratu Inggris, Elizabeth II, menyalurkan bantuan secara pribadi untuk korban gempa dan tsunami di wilayah Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng). Gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter dan tsunami dahsyat menghantam wilayah tersebut pada pekan lalu.

Dilansir Sky News, Minggu (7/10/2018), pihak Istana Buckingham menyatakan Ratu Elizabeth II memberikan uang kepada Komite Darurat Bencana (DEC) untuk korban selamat.

Tapi pihak Istana Buckingham tidak menyebutkan jumlah nominal yang disumbangkan Ratu Elizabeth.

DEC berhasil mengumpulkan 6 juta poundsterling atau sekitar Rp119 miliar dalam sehari saat diluncurkan pada Kamis (4/10/2018) lalu.

Baca juga: Inggris Kirim Rp38 Miliar dan Tenaga Ahli ke Palu-Donggala

Sebelumnya, pada Rabu kemarin, Ratu Elizabeth mengeluarkan pernyataan soal bencana yang terjadi di Indonesia.

“Saya sangat sedih mendengar tentang gempa bumi dan tsunami yang mengerikan di Sulawesi pada akhir pekan lalu, terutama mengingat peristiwa ini terjadi begitu cepat setelah gempa bumi baru-baru ini di Lombok,” kata Ratu Elizabeth.

“Pangeran Philip dan saya menyampaikan belasungkawa tulus kami kepada semua orang yang terkena dampak bencana dan keluarga mereka,” imbuhnya.

Angkatan Udara Inggris, RAF, mengirimkan 17,5 ton pasokan bantuan Inggris ke Indonesia untuk membantu korban yang terkena dampak bencana. Salah satu pesawat Atlas milik RAF mendarat di pusat bantuan internasional di Balikpapan pada Jumat (5/10/2018) kemarin.

Kepala Eksekutif DEC, Saleh Saeed mengatakan, sumbangan akan memastikan pekerja bantuan dari 14 badan amal bantuan terkemuka Inggris dapat menjangkau mereka yang kehilangan tempat tinggal dan sangat membutuhkan makanan, air, serta tempat tinggal.

Baca juga: Ini Bantuan yang Dikirim 18 Negara untuk Korban Gempa Sulteng

“Karena dampak penuh dari bencana itu terungkap, anggota badan amal DEC dan mitra mereka siap membantu masyarakat yang hancur untuk membangun kembali kehidupan mereka,” katanya.

“Kami akan mendesak orang-orang untuk terus menyumbang,” tambahnya.

Pemerintah Inggris sebelumnya mengumumkan total bantuan yang akan diberikan kepada Indonesia untuk korban gempa bumi-tsunami Sulteng mencapai Rp60 miliar. Setelah mengelontorkan dana bantuan sebesar 2 juta poundsterling atau sekitar Rp38 miliar, Inggris kembali mengirim bantuan senilai Rp40 miliar.

Inggris Kirim Tambahan Bantuan Rp20 Miliar untuk Korban Gempa Sulteng.

Bantuan Tembus Rp220 Miliar

Terpisah, diperoleh informasi kalau bantuan asing dalam bentuk finansial bagi korban gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala yang diterima pemerintah dari negara-negara sahabat mencapai Rp220 miliar. Namun sebagian bantuan tersebut masih dalam bentuk pledge atau komitmen.

Wakil Menteri Luar Negeri RI AM Fachir menegaskan, sebanyak 18 negara sahabat sudah menyalurkan bantuan untuk korban gempa bumi dan tsunami di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Ada pula yang sudah menyalurkan bantuan dalam bentuk barang. Jumlah bantuan dalam bentuk uang diperkirakan mencapai Rp220 miliar.

Kendati demikian, menurut Fachir, total bantuan asing dalam bentuk uang sebagian ada yang masih berbentuk pledge atau komitmen dari negara-negara sahabat dan sebagian sudah ada yang disalurkan. Belum ada rincian angka karena data ini bergerak dinamis.

“Dalam bentuk barang belum bisa di sebutkan ya, tapi kalau dalam bentuk pledge ada sekitar Rp220 miliar. Ada yang sudah di salurkan langsung, misalnya dari China sebesar 200.000 dolar. Korea Selatan pledgenya satu juta dolar, Uni Eropa 1,5 juta euro, Venezuela 10 juta dolar, kemudian Vietnam ada 100.000 dolar, Laos 100.000 dolar, Kamboja 200.000 dolar. Itu kira-kira yang tercatat pada kita sekarang,” ujar Fachir, Minggu (6/10/2018).

Dikatakannya, bantuan sumbangan finansial itu bukan hanya diarahkan untuk kondisi tanggap darurat saja, namun juga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Tetapi kita juga dalam hal ini, mencoba juga memberikan informasi, bahwa setelah tanggap darurat ini masih ada tahap rehabilitasi dan konstruksi, dan sekarang ini beberapa Kementerian di minta untuk mempersiapkan, terutama untuk rehabilitasi, dan rekonstruksi, karena itu kalau untuk tanggap darurat, akan di arahkan kepada BNPB, sementara dari NGO nanti diarahkan langsung PMI,” paparnya.

Sebanyak 18 negara yang sudah merealisasikan bantuannya antara lain Korea Selatan, Jepang, Swiss, Singapura, China, Qatar, Turki, India, Spanyol, Vietnam, Malaysia, Inggris, Selandia Baru, Australia, Rusia, Pakistan, Denmark, dan Amerika Serikat.

Hingga saat ini, belum ada negara lain lagi yang menyatakan ingin menyalurkan bantuannya untuk Indonesia.

Sementara itu, kini korban meninggal tercatat mencapai 1.649 orang, yang tersebar di Kabupaten Donggala 159 orang, Kota Palu 1.413 orang, Sigi 64 orang, Parigi Moutong 12 orang, Pasang Kayu yang berada di Sulawesi Barat satu orang.

Kepala Pusat Data Infomasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutupo Purwo Nugroho mengatakan seluruh korban meninggal sudah di makamkan secara massal.

Untuk korban luka berat yang sedang dirawat di rumah sakit mencapai 2.549 orang. Adapun korban hilang mencapai 265 orang. Jumlah pengungsi dilaporkan menurun, yaitu menjadi 62.359 orang yang tersebar di 147 titik.

“Terjadi penurunan jumlah pengungsi, karena sebagian sudah kembali ke rumah, ada juga mereka yang ikut evakuasi ke luar wilayah Palu,” kata Sutopo.

Selain itu, untuk rumah rusak tercatat 66.926 unit, dan sekolah rusak mencapai 2.736 unit. Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan oleh Kemendibud, sekolah tersebut ada yang rusak ringan hingga hancur total.(**)

Loading...